Friday, April 29, 2011

1. Cekungan sedimen = suatu depresi/cekungan di kerak Bumi tempat sedimen
diendapkan dengan ketebalan yang signifikan lebih tebal daripada sekitarnya.
Cekungan hidrokarbon = cekungan sedimen yang menghasilkan hidrokarbon karena
syarat-syarat terbentuknya hidrokarbon dipenuhi oleh cekungan sedimen tersebut.
Misalnya, dari 60 cekungan sedimen di Indonesia (pembagian cekungan sedimen
berdasarkan klasifikasi IAGI-Ikatan Ahli Geologi Indonesia tahun 1985), 16 di
antaranya telah terbukti sebagai cekungan yang menghasilkan hidrokarbon. Adapun
syarat-syarat sebuah cekungan sedimen dapat menjadi cekungan hidrokarbon, ia
harus : 1) mempunyai batuan induk sumber hidrokarbon, batuan induk itu harus
matang secara termal sehingga hidrokarbon bisa digenerasikan, 2) mempunyai
batuan reservoir tempat hidrokarbon tersimpan, 3) mempunyai batuan penyekat
yang akan mengawetkan penyimpanan hidrokarbon di dalam batuan reservoir, 4)
mempunyai perangkap -yaitu susunan geometri
sedemikian rupa antara batuan reservoir dan batuan penyekat sehingga
hidrokarbon dapat terakumulasi di dalam perangkap tersebut, 5) mempunyai alur
migrasi, yaitu mengalirnya hidrokarbon dari tempat batuan induk matang
-kitchen, menuju perangkap. No. 1-5 tersebut dikenal sebagai unsur2 dan proses2
petroleum system. Hanya cekungan sedimen yang lengkap mempunyai petroleum
system yang dapat menjadi cekungan hidrokarbon.



2. Larutan hidrotermal adalah cairan sisa magma sebagai hasil akhir proses
pembekuan magma yang dapat mengandung konsentrasi logam-logam tertentu.
Beberapa ahli mineralisasi seperti Park dan Diarmid (1964) berpendapat bahwa
tak semua larutan hidrotermal berkaitan dengan magma. Menurut mereka, semua
larutan panas di alam disebut hidrotermal. Hipotermal adalah larutan
hidrotermal di tempat dalam dengan temperatur 300-500 C. Mesotermal = larutan
hidrotermal di kedalaman menengah dengan temperatur 150-300 C. Epitermal =
larutan hidrotermal di tempat dangkal dengan temperatur 50-150 C.

3. Siklus tektonik, siklus Wilson sebenarnya (dari Tuzo Wilson, ahli tektonik
dari Canada yang berperan penting dalam pembentukan teori tektonik lempeng)
adalah suatu siklus perjalanan lempeng (dalam hal ini lempeng samudera) sejak
dari dibentuk di pematang tengah-samudera (mid-oceanic ridge), berjalan
mengikuti pemekaran dasar samudera (sea-floor spreading), menunjam di bawah
lempeng benua di jalur penunjaman (subduksi) di palung tepi benua, masuk ke
dalam mantel, melebur sebagai material mantel, tersirkulasi kembali ke atas dan
muncul kembali di pematang tengah-samudera.

Flood basalt - suatu LIPS (large igneous provonces) suatu kawasan di permukaan
Bumi yang disebari oleh lava basalt yang sangat luas sebagai akibat erupsi
volkanisme yang berhubungan dengan ekstensi atau tarikan/retakan pada kerak
Bumi. Contoh flood basalt yang luas : Deccan di India dan Siberia.

Flow cleavage - belahan atau retakan akibat aliran fluida di dalam batuan.
Fluida ini bisa magmatik atau sekedar air panas.

4. Shield atau perisai atau craton (inti benua) adalah bagian masif suatu benua
yang umumnya disusun oleh kerak granitik, merupakan bagian benua yang paling
tua, dari mana inti benua berasal. Kemudian, oleh proses tektonik, benua itu
tumbuh semakin luas ke arah luarnya melalui berbagai macam kerak batuan yang
menyambung di sisi luarnya (disebut proses akresi). Cekungan sedimen umumnya
terletak di tepi-tepi benua tersebut.

from http://thespymachine-rizkiboy.blogspot.com/2011/04/salam-awang-harun-satyana.html

No comments: