Saturday, December 4, 2010

PENYELIDIKAN GEOLOGI LINGKUNGAN REGIONAL KABUPATEN GOWA, PROPINSI SULAWESI SELATAN

Daerah penyelidikan mencakup seluruh wilayah Kabupaten Gowa yang secara
geografis terletak antara 119021’54” BT - 120001’54” BT dan 505’20” LS - 5034’10” LS,
seluas 1.883,33km2. Secara administratif wilayah Kabupaten Gowa berbatasan sebelah
utara dengan kota Makassar dan Kabupaten Maros, sebelah timur dengan Kabupaten
Sinjai, Bulukumba, Bantaeng dan Kabupaten Jeneponto, sebelah selatan dengan
Kabupaten Jeneponto dan Takalar, dan sebelah barat dengan Kabupaten Takalar
dan Kota Makassar. Ketinggian wilayah ini berkisar antara 5m sampai 2.830m dari muka
laut. Kisaran suhu rata-rata maksimum bulanannya antara 280C sampai 320C. Secara
keseluruhan, curah hujan rata-rata tahunan di daerah penyelidikan berkisar antara
2.196 mm sampai 2.598 mm.
Secara geologi daerah ini tersusun oleh batuan-batuan sediment dan terobosan
Formasi Camba yang berumur Tersier, batuan gunungapi dan terobosan yang
termasuk dalam kelompok batuan Gunungapi Baturappe-Cindako berumur Tersier,
batuan Gunungapi Lompobatang yang berumur Kuarter, serta endapan alluvial.
Daerah dataran yang merupakan daerah terendah di atas permukaan laut, umumnya
ditempati oleh endapan alluvial. Kelompok batuan Formasi Camba dan batuan
gunungapi Tersier umumnya menempati daerah perbukitan dan hanya sebagian kecil
yang berada di daerah dataran serta di daerah dataran bergelombang; sedangkan
daerah pegunungan yang merupakan bagian tertinggi dalam wilayah Kabupaten
Gowa tersusun oleh batuan gunungapi Kuarter.
Daerah dataran yang umumnya tersusun oleh endapan alluvial merupakan wilayah air
tanah produktivitas sedang-rendah. Sedangkan daerah yang tersusun oleh batuan
sedimen Formasi Camba dan Batuan Gunungapi termasuk batuan terobosan berumur
Tersier merupakan wilayah airtanah dengan produktivitas sangat rendah hingga
langka airtanah. Daerah pegunungan termasuk wilayah airtanah produktivitas sedang
kecuali sebagian daerah di sekitar puncak merupakan wilayah airtanah langka.
Bahan galian berupa pasir dan lempung banyak ditambang di daerah dataran
terutama di daerah Bajeng, sedangkan sirtu di daerah lembah sungai Jeneberang di
bagian hulu bendung Bili-Bili. Daerah bergelombang sering dibuat menjadi lebih landai
bahkan datar dengan menggalinya sebagai tanah urug dan batubelah terutama di
daerah yang tersusun oleh endapan gunungapi Tersier. Formasi Camba oleh para
peneliti sebelumnya diinformasikan mengandung lapisan tipis batubara, sedangkan
intrusi batuan gunungapi Baturappe-Cindako antara lain menghasilkan mineralisasi
logam mulia.
Dari segi kebencanaan, daerah Kabupaten Gowa ini tidak termasuk daerah yang
rawan gempa bumi karena kondisi geologi lokal dan posisi tektoniknya yang jauh dari
zona-zona sumber gempabumi. Daerah ini juga aman dari bencana gunungapi
karena gunungapi terdekat yaitu Lompobattang sudah termasuk kategori padam.
Namun beberapa tempat termasuk sangat rawan terhadap bencana gerakan tanah
seperti di sebagian lereng gunung Bawakaraeng dan sebagian daerah perbukitan
yang terjal. Selain itu daerah lembah sungai Jeneberang juga rawan terhadap
bencana banjir bandang.
Analisis Geologi Lingkungan dan skoring setiap komponen geologi lingkungan yang
dimiliki oleh semua daerah dan dianggap berpengaruh terhadap pengembangan
wilayah menunjukkan nilainya berkisar antara 33-62 atau kurang leluasa hingga cukup
leluasa untuk dikembangkan, kecuali daerah tertentu yang tersisihkan merupakan
daerah yang tidak layak kembang.
Daerah yang cukup leluasa untuk dikembangkan direkomendasikan sebagai kawasan
budidaya umum utamanya pertanian tanaman pangan semusim dan
pengembangan kawasan non pertanian seperti pemukiman, perkantoran dan
perdagangan. Sedangkan sebagian besar daerah yang agak leluasa lainnya dan
daerah yang kurang leluasa untuk dikembangkan merupakan daerah yang
direkomendasikan sebagai kawasan budidaya terbatas umumnya pertanian (termasuk
hutan). Adapun daerah yang tidak layak kembang maka direkomendasikan sebagai
kawasan lindung. Daerah yang cukup leluasa untuk dikembangkan sebagian besar
terletak di dataran Sungguminasa - Takalar, sedangkan yang tidak layak menempati
daerah di sekitar puncak perbukitan dan pegunungan terjal, sempadan sungai,
waduk/danau dan mata air.

No comments: