Thursday, May 13, 2010

GRAIN SIZE ANALYSIS

GRAIN SIZE ANALYSIS

Grain Size Analysis, juga dikenal sebagai analisis partikel-ukuran atau analisis granulometric,barangkali merupakan teknik paling dasar sedimentologi, karakterisasi dan menafsirkan sedimen dan batuan sedimen. Hal ini dapat kita lakukan dengan menggunakan bantuan software-software seperti Microsoft Excle atau SPSS sebagai perhitungan.
Pengukuran ukuran butir dilakukan pada awal 1990-an melalui teknik saringan-pipet klasik (yakni, pemisahan fraksi pasir; ekstraksi pipet dari fraksi lumpur menggunakan menetap tabung). Saat ini, analisis ukuran butir biasanya dilakukan dengan instrumen teknologi tinggi seperti laser sizers partikel. Hal ini secara luas diketahui bahwa teknik pengukuran yang berbeda memberikan hasil yang berbeda, ini adalah masalah yang sangat penting apabila sampel diukur dengan teknik yang berbeda yang harus diperbandingkan.



HEAVY MINERAL ANALYSIS

Pasir Mineral mengandung mineral suite dengan berat jenis tinggi yang dikenal sebagai mineral berat. Mineral ini meliputi mineral ekonomis penting kaya titanium, zirkonium dan tanah langka. Mineral ini terjadi di konsentrasi yang sangat rendah dalam berbagai batuan beku dan metamorf, tapi karena secara fisik kimia dan tahan terhadap cuaca, dan memiliki berat jenis relatif tinggi, mereka cenderung menumpuk di endapan placer di saluran sungai atau sepanjang garis pantai pesisir. Mineral berat pokok yang banyak menarik perhatian ialah rutil, ilmenit, leucoxene dan zirkon:
• Rutil (TiO 2) adalah merah hitam, titanium dioksida alami dengan 2 konten TiO teoritis dari 100%, tapi kotoran seperti Fe 2 O 3 dan O 2 Cr 2 mengurangi mineral ini untuk 93-95%.
• Ilmenit (FeTiO 3) adalah hitam dan buram jika segar, tetapi biasanya mengalami beberapa pelapukan dan penghapusan besi, jadi isi TiO 2 adalah antara 45 dan 65%.
• Leucoxene adalah nama yang diberikan untuk ilmenit sangat berubah. Butir berwarna cokelat atau abu-abu dengan kilau lilin dan TiO 2 isi dari 68%.
• Zirkon (ZrSiO 4), yang berwarna ke-putihan, adalah yang utama dunia sebagai sumber produk zirkonium.




GRAIN SHAPE ANALYSIS
Tingkat kebundaran butir dipengaruhi oleh komposisi butir, ukuran butir, jenis proses transportasi dan jarak transport (Boggs,1987. Butiran dari mineral yang resisten seperti kwarsa dan zircon akan berbentuk kurang bundar dibandingkan butiran dari mineral kurang resisten seperti feldspar dan pyroxene. Butiran berukuran lebih besar daripada yang berukuran pasir. Jarak transport akan mempengaruhi tingkat kebundaran butir dari jenis butir yang sama, makin jauh jarak transport butiran akan makin bundar. Pembagian kebundaran :
a) Well rounded (membundar baik)
Semua permukaan konveks, hamper equidimensional, sferoidal.
b) Rounded (membundar)
Pada umumnya permukaan-permukaan bundar, ujung-ujung dan tepi butiran bundar.
c) Subrounded (membundar tanggung)
Permukaan umumnya datar dengan ujung-ujung yang membundar.
d) Subangular (menyudut tanggung)
Permukaan pada umumnya datar dengan ujung-ujung tajam.
e) Angular (menyudut)
Permukaan konkaf dengan ujungnya yang tajam.

No comments: