Thursday, April 15, 2010

SHALE DAN BATUPASIR

Mengapa shalemerupakan penyusun dominan kerak bumi ?

Karena shale merupakan sedimen berbutir halus yang terendapkan pada daerah yang arusnya lemah, sehingga memungkinkan mengendapkan material yang lebih halus yang banyak pada lantai dasar samudra. Proses ini disebabkan oleh pengaruh yang terus menerus dari atmosfer dan hidrosfer yang secara perlahan‑lahan merubah batuan tersebut menjadi bagian‑bagian yang kecil, dan atau komposisi kimianya. Material-material yang dihasilkan oleh proses tersebut akan mengalami pengikisan (erosi), kemudian mengalami proses pengangkutan (transportasi), dan selanjutnya mengalami proses pengendapan pada cekungan‑cekungan atau ternpat‑tempat yang rendah pada permukaan bumi.




Klasifikasi Batupasir

1. Klasifikasi batupasir berdasarkan batuan asalnya:

- Batupasir Silisiklastik (butiran terigen)

· Batupasir Epiklastik: endapan yang berasal dari rombakan batuan terdahulu akibat pelapukan dan erosi, termasuk batuan volkanik dan non-volkanik.

· Batupasir Volkaniklastik: terdiri dari material volkanik (hasil rombakan mupun tidak), termasuk endapan piroklastik dan endapan epiklastik.

- Batupasir non-silisiklastik (batuan karbonat dan evaporit).

2. Klasifikasi batupasir berdasarkan kehadiran matriks lempung:

  1. Batupasir arenit : matriks <>
  2. Btupasir wacke : matriks > 15%

3. Klasifikasi batupasir berdasarkan Pettijohn (1987)

Klasifikasi ini menggunakan dasar segitiga sama sisi dimana setiap sudutnya terdiri dari kuarsa, fielspar (plagioklas + K. fieldspar) dan fragmen batuan. Segitiga pertama sampai segitiga kedua atau dari 0% sampai 15% batuan di daerah tersebut di beri nama arenit (arenite). Sekarang tergantung dari unsur utama penyusun batuan itu, jika unsur utamanya dan terbanyak adalah fragmen batuan, maka batuan itu diberi nama litik arena (lihic arenite), jika batuan tersebut mulai banyak tercampur oleh unsur kuarsa, sehingga penamaan batuan menjadi Sublitik Arenit (sublithic arenite). Hal yang samadapat dipergunakan untuk batuan yang kaya unsur fieldspar, maka disebut Arkosik Arenit (arkosic arenite). Kalau batuan sudah hampir semua disusun oleh unsur kuarsa, maka batuan itu disebut kuarsa arenit (quartz arenite). Segitiga kedua sampai segitiga ketiga atau dari 15% sampai 75%, batuan yang terletak di daerah tersebut dinamakan batuan wacke. Jika batuan didominasi oleh unsur fragmen batuan (rock fragmen), disebut Lithic Graywacke. Jika didominasi oleh dieldspar disebut Fieldspathic Graywacke. Dan bila didominasi oleh unsur kuarsa, maka batuan itu dinamakan Quartz Wacke.


No comments: