Friday, January 29, 2010

PHYLUM MOLLUSCA

Mollusca merupakan inverterbrata yang mempunyai penyebaran luas dengan banyak jenis. Tubuh dari Mollusca dapat digolongkan 2 bagian besar :

- Bagian Lunak

- Bagian-bagian yang keras (shell)

Mollusca diambil dari perkataan latin yaitu suatu kacang-kacangan yang terbungkus oleh cangkang tipis. Binatangnya menghuni sebuah cangkang atau cangkangnya terdiri dari dua kelompok yang menutupi sebagian atau seluruh tubuhnya.

Hewan ini muncul dari permulaan Zaman Kambrium serta dapat hidup dalam segala macam air dan di darat. Mereka mempunyai daya adaptasi yang tinggi dan dapat dibuktikan dengan beberapa jenis dapat memanjat pohon, bukit-bukit yang tinggi dan beberapa lainnya dapat hidup di padang rumput. Ukuran binatangnya pun berlainan dan berkisar antara beberapa mm sampai 25m. Tridacna, suatu Pelecyopoda yang sekarang masih hidup dengan memiliki berat 225kg dan ruangan antara kedua kelopak cangkangnya demikian besarnya sehingga dalam keadaan tertutup pun masih dapat menampung seorang anak kecil.

Bagian yang keras (shell)

Hampir semua golongan mempunyai bagian-bagian yang keras yang disebut shell, dan umumnya shell ini terdiri dari 3 lapisan :

1. Periostracum : merupakan bagian yang terluar dan tipis terdiri dari conchiolin, yaitu semacam zat organic. Bagian ini dapat menebal mengalami caleitisasi

2. Ostarcum : Merupakan lapisan tengah daripada shell. Bagian inilah yang akhirnya terlihat sebagai garis tumbuh. Komposisi terdiri dari kalsit/aragonite atau kombinasi keduanya, bahkan ada yang bercampur dengan conchiolin. Khususnya pada Pelecyopoda, garis tumbuh ini mempunyai struktur dan bentukyang satu sama lain berlainan.

3. Hypostarcum : merupakan lapisan yang terdalam terdiri dari kalsit/gamping. Pada kebanyakan Mollusca maka lapisan ini dihasilkan oleh Epithelium dari pada mantelnya.

Bagian yang lunak

Bagian yang lunak pada Mollusca umumnya memiliki sifat (umum) :

- tidak bersegmen (ruas)

- menunjukkan cirri khas Bilateral symetri di daerah anterior, posterior

Adapula bagian-bagian yang lunak yang bersifat labil antara lain : hati, system nervous, alat-alat respirasi, alat pencernaan, alat-alat pembuangan, dan kesemuanya itu untuk tiap-tiap kelas mempunyai bentuk dan kedudukan yang berlainan.

KLASSIFIKASI

Dasar-dasar pembagian phylum Mollusca pada garis besarnya didasarkan atas keadaan kaki dan bagian-bagian lunak lainnya yang selanjutnya mengakibatkan perbedaan dari bagian-bagian yang keras.

Maka Phylum ini terbagi menjadi beberapa klas yaitu :

- Klas Amphiureura

- Klas Scaphopoda

- Klas Pelecyopoda

- Klas Gastropoda

- Klas Cepalopoda

Dasar pembagian menjadi golongan yang lebih rendah ; Sub kelas, family, ordo dan genus; didasarkan pada :

1. Jumlah dan keadaan daripada alat-alat pernafasan

2. Perbedaan sitem saref

3. Jumlah dan keadaan dari pada otot-otot

4. Struktur dan tipe alat-alat genetika

5. Struktur dan keadaan radulas jika ada

6. Keadaan, bentuk serta struktur dari pada shellnya, termasuk didalamnya struktur dalam shell.

#Klas Amphireura

Dibagi dua ordo :

- Polyplacophora

- Aplacophora

1. Ordo Polyplacophora

Ordo ini mempunyai bentuk elips memanjang yang dibagian dorsal terlihat seperti ada perisai yang terdiri dari 8 segmen. Masing-masing valve mempunyai dua lapisan, lapisan atas yang disebut tegmentum dengan komposisi zat conchiolin yang bersifat agak porous, sedangkan lapisan bawahnya disebut artikula montum yang terdiri dari kalsit dan bersifat non porous.

2. Ordo Aplacopophora :

Mempunyai bentuk seperti cacing dimana tubuhnya dilapisi oleh semacam mantel. Kaki mengalami suatu kemunduran atau malahan berupa cilia pada bagian ventral yang berada dari mulut sampai anus. Disini tidak mempunyai shell, tetapi mantelnya terdapat spiculaw yang bersifat calcareous yang nantinya inilah yang akan menjadi fosil, maka tidak aneh apabila aplacophora jarang sekali dijumpai dan hidup pada laut dangkal tetapi beberapa jenis hidup dengan jalan membuat lubang, umumnya bersimbiosme dengan jenis koral dan golongan hybrida lainnya, pada daerah-daerah laut dalam.

Contoh spesies kelas Amphireura :


#Klas Schapopoda

Kelas Schapopoda adalah merupakan Mollusca marina, dimana shell dan mentelnya akan membentuk bersama-sama sebuah tabung yang melengkung dan terbuka pada kedua ujungnya. Bagian dimana merupakan bentuk yang kecil (posterior), yang bersar anterior. Otot-otot daging terdapat didekat akhir posterior, melekat pada shell sedang pada anterior yang berbentuk conus akan keluar kaki, dan disinilah terdapat alat-alat lunak seperti : mulut, alat pencernaan makanan, dimana kadang-kadang kaki dan mulut itu dikelilingi oleh cilia. Chapopoda dapat hidup sampai kedalaman 4750 m, secara bentonik dengan melekatkan diri pada dasar yang lunak dengan bagian-bagian posterior dibawah. Komposisi shell : zat organic dan tumbuh dengan penambah kearah bagian yang besar. Pada permukaan luarnya kadang-kadang halus, tetapi tidak jarang pula mempunyai coaste yang halus yang berjalan searah dengan shellnya. Shell dari pada Schapopoda mudah dibedakan berdasarkan atas bentuknya dan tidak mempunyai kamar-kamar.

Contoh spesies dari klas Schaphopoda :


#Klas Pelecyopoda

Pelecyopoda merupakan salah satu klas yang mempunyai penyebaran yang luas dan adaptasi yang sangat baik. Adanya system bilateral simetri dari tubuhnya baik bagian yang lunak maupun yang keras, mudah sekali dibedakan dengan klas yang lain. Karena klas ini bersifat Bivalve (mempunai 2 valve). Bila valvenya tertutup maka bagian-bagian yang lunak dapat masuk kedalam rongga antara valve. Pelechyopoda muncul pada kambrium, umumnya hidup bebas, bergerak menambat pada dasar tetapi kadang-kadang hidup terpendam dilumpur atau membuat lubang pada kayu, bahkan menambat didasar yang permanen. Klasifikasi Pelechyopoda biasanya didasarkan pada bagian tubuhnya tertentu yaitu :

1. Klasifikasi berdasarkan struktur insang biasanya dipakai oleh para ahli biologi, dan berguna dalam penyelidikan pelechyopoda

2. Klasifikasi berdasarkan susunan gigi pada garis engsel dianggap penting sekali bagi paleontology karena biasa diperiksa serta diamati pada fosil. Gigi pada Pelechyopoda terbagi atas 2 susunan yaitu taksodon, dimana gigi memusat mulai ari garis engsel ke tengah kelopak dan aktinodon dimana gigi memancar dari umbu bawah

3. Klasifikasi berdasarkan oto penutup secara ringkas adalah sebagai berikut : oto isomyaria dimana kedua ototnya sama besar dan anisomyria dimana kedua ototnya tidak sama besar atau hanya satu.

4. Klasifikasi berdasarkan evolusi, dibuat berdasarkan penyesuaian diri dari pelechyopoda terhadap lingkungannya yang mengakibatkan radiasi, hal ini menyebabkan timbul tiga cara hidupnya yaitu hidup bebas pada dasar laut, melekat pada dasar dan menggali lubang.

5. Klasifikasi berdasarka gabungan insang, susunan gigi, dan otot penutup kelopak. Berdasarkan klasifikasi ini dikenal tiga ordo yaitu :

· Ordo Taxodonta : gigi taxodonta, biasanya terdapat dua buah otot penutup yang sama besar, tanpa shipo

· Ordo Anisomyra : biasanya kelopaknya tidak sama besar, otot penutup anterior hampir atau sudah lenyap, otot posterior yang kuat sekali terdapat dekat titik tengah kelopak agak dibelakangnya, gigi disodon atau isodon atau tidak ada sama sekali, hidupnya melekat pada dasar laut dengan byssus atau secara langsung dengan semen, tidak mempunyai siphon

· Ordo Eulamellibranchia : ordo ini paling penting dan terdiri dari 26 super keluarga, mereka mempunyai dua buah otot penutup yang sama besar atau sama dan juga memiliki siphio, giginya skizodon, heterodon atau desmodon

Contoh spesies dari klas Pelechyopoda :







Klas Gastropoda

Gastropoda merupakan klas terbesar dalam phylum ini, yang termasuk dalam klas ini adalah hewan yang mempunyai cangkang terputar atau tidak dan terbuat dari zat kapuran. Semula mereka menghuni lautan tetapi dalan Kala Mesozoikum dan Kenozoikum banyak jenis yang dapat menyesuaikan diri hidup di air tawar atau payau dan beberapa beberapanya hidup didaratan. Ukuran cangkangnya berkisaran antara 0,5mm-50cm.

Gastropoda terdiri dari :

Kepala; Pada kebanyakan Gastropoda bagian anterior (muka) dari tubuhnya adalah kepalanya dan biasanya mempunyai berbagai macam alat penginra. Dibagian ventral kepala terdapat sebuah mulut, sepasang mata yang biasanya bergagang, dan sepasang atau dua pasang tentakel (alat peraba berbentuk antena) yang bekerja sebagai alat pengindra. Mulut mempunyai radula, yaitu suatu alat yang menyerupai lidah yang bergig-gigi serta parutyang gunanya untuk menangkap atau mengunyah atau memangsa mangsanya. Radula ini terbuat dari khitindan terdiri dari banya gigi yang jumlahnya berkisar 16-750000

1. Isi Perut; Terdiri atas saluran pencernaan (usus) yang terletak langsung dibelakang rongga mulut, sebuah hati yang cukup besar, ginjal, jantung, pembuluh darah alat perkembangbiakan, dan jaringan urat saraf. Isi perut terletak di bagian dorsal kaki dan mengisi ruang cangkang.

2. Kulit Mantel; Merupakan selaput kulit tipis yang menyelubungi badan Gastropoda dan juga sebagai pembuat cangkang.

3. Cangkang; Rangka luar disebut cangkang dan jumlahnya hanya satu, berbentuk macam-macam, kebanyakan seperti kerucut, atau tabung yang terbuka pada ujung satunya dan menjadi runcing pada ujung suatu sumbu, sehingga berupa spiral. Spiral ini dapat berputar dalam satu bidang (planispiral) dan 3 dimensi (trochoid spiral). Putaran itu menghubungkan satu sama lain dan tempat sambungnya merupakan suatu garis yang disebut sutura. Putaran yang terakhir biasanya lebih besar dari putaran yang lebih dahulu. Cangkang disebut tertutup, jika putaran yang akhir menutupi putaran yang lebih dulu. Dinding cangkang terdiri dari tiga lapisan yaitu dari luar kedala berturut-turut :

· Peritoisme tipis terbuat dari zat kitin

· Lapisan Prisma terbuat dari karbonat

· Lapisan muara yang terbuat dari karbonat

Contoh spesies dari klas Gastropoda :







#Klas Cephalopoda

Cephalopoda merupakan hewan inverterbrata yang paling progresif disbandingkan dengan golongan inverterbrata lainnya. Hewan ini dapat memiliki cangkang di luar atau didalam. Badan hewannya yang lunak memiliki sebuah kepala dengan sepasang mata besar dengan perkembangan yang baik seperti mata ikan, alat pendengaran dan mulut dengan rahangnya yang menyerupai paruh burung kakak tua dan dikelilingi oleh tangan-tangan yang berfungsi untuk meraba dan menangkap (tentakel).

Kelas Cephalopoda dapat dibagi menjadi 3 subklas yaitu :

1. Subklas Naulitoidea

Naulitoidea mempunyai cangkang luar dan terdiri dari sebuah tabung yang terbuka pada ujung yang satu dan menjadi rumit pada ujung lainnya. Tabung ini dapat berbentuk lurus, bengkok atau spiral. Dalam bentuk spiral putarannya (coil) dapat tertutup (involut) dan terbuka (evolut). Dinding cangkang dari bagian luar kedalam terdiri dari 4 lapisan, yaitu:

· Lapisan kitin

· Lapisan gampingan

· Lapisan porselin

· Lapisan mutiara

2. Subklas Ammonoidea

Pada kebanyakan Ammonoidea cangkangnya terputar pada satu bidang, tetapi beberapa cangkangnya dapat lurus misalnya pada Lobobacteries. Garis suture pada Ammonoidea sangat rumir, bentuk dari garis suture ini berlainan pada tiap Ammonoidea dan sangat penting bagi klasifikasi hewan ini. Garis gelombang pada Ammonoidea dapat dibagi dalam beberapa bagian yaitu sadle dan gelambir

3. Subklas Coleodea

Cangkang Coleodea lurus dengan dua buah insang. Tentakel berjumlah 8 atau 10 buah. Rangka berada didalam atau tidak mempunyai sama sekali. Yang termasuk subklas ini adalah spirula yang masih hidup sekarang. Dari subklas ini ada 4 ordo yaitu :

· Ordo Belemnoidea

· Ordo Sepoidea

· Ordo Tenthoidea

· Ordo Octhopoda

Dari keempat ordo ini, ordo Belemnoidea telah puna. Diantara Celenoidea yang terpenting untuk keperluan statigrafi adalah golongan Belemnoidea.

Contoh spesies dari klas Cephalopoda :


1 comment:

Anonymous said...

tol jie