Friday, January 8, 2010

GEOMORFOLOGI (DACCIPONG???)

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Daerah Geologi daerah Barru, Sulawesi Selatan merupakan suatu daerah yang memiliki kapasitas yang baik dalam mengenal ilmu geologi. Pada daerah tersebut terdapat banyak morfologi serta bentukan alam yanh dapat diamati serta dipelajari secara langsung. Namun kurang pengetahuan warga sekitar akan hal tersebut membuat para ahli geologi harus melakukan penelitian tersebut agar masyarakat dapat mengamati dan mempelajarinya, sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai salah satu contoh dari penelitian tersebut ialah dengan adanya kegiatan penelitian dari para mahasiswa di daerah Barru, Sulawesi Selatan. Dimana para mahasiswa geologi harus dapat memecahkan fenomena serta kejadian geologi yang ada di daerah tersebut, seperti dengan mengambil beberapa data geologi yang ditemukannya yang akan dituangkan dalam bentuk laporan.

Oleh karena itu dilakukanlah penelitian geomorfologi pada daerah ini sebagai bentuk palikasi atau praktek dari teori ilmu yang telah didapatkan, yakni pada daerah Dacipong Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

I.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun maksud dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengaplikasikan segala ilmu yang telah didapatkan khususnya mengenai morfologi daerah Dacipong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Tujuannya ialah untuk mengetahui segala bentuk kenampakan alam yang ada pada daerah Dacipong, Sulawesi Selatan.


BAB II

PEMBAHASAN

Pada penelitian kali ini terdapat 3 lintasan yang dilalui.

1. Lintasan I

Lintasan ini dimulai dari kampus UNHAS (Makassar) kemudian menuju Maros dan Pangkep dimana terdapat kenampakan dalam berupa perbukitan yang membulat. Perbukitan ini disusun oleh batugamping, imana bentuk tersebut disebabkan oleh pengaruh struktur serta erosi yang telah berlangsung. Selanjutnya disebelah kiri terdapat kenampakan laut dan disebelah kanannya terdapat kenampakan perbukitan yang mendapat pengaruh vulkanisme hal ini dikaitkan dengan adanya brekasi vulkanik aglo,erat. Kemudian pada daerah perbatasan menuju daerah Dacipong dijumpai adanya perbedaan tinggi suatu penggunungan yakni pada bagian kiri terdapat pegunungan yang tinggi, sedangkan pada bagian kanan sebaliknya, dan di sepanjang daerah ini dijumpai batuan beku ultra basa peridotie, batuan beku asam dasite, dengan keadaan soil yang tebal serta vegetasi yang tinggi.

2. Lintasan II

Lintasan ini dimulai dari Dacipong (kampus lapangan) menuju sungai Watu dan kembali ke kampus lapangan. Pada perjalanan dari Dacipong ke Sungai Watu dijumpai pegunungan yang tidak begitu tinggi dengan tingkat vegetasi yang tinggi serta soil yang tebal. Daerah sekitar ini dimanfaatkan sebagai area persawahan dan pemukiman penduduk.

Sungai Watu termasuk sungai berstadia dewasa, yakni terdapat banyak kelokan dan tepinya memiliki banyak endapan dengan tingkat erosi yang cukup tinggi. Adapun singkapan yang terdapat pada daerah ini ialah batuan beku asam granodiorit yang berupa bongkahan besar, kemudian singkapan batugamping batuan sedimen klastik yang memiliki struktur slum. Dimana batuan ini mengalami silifikasi yakni perubahan komposisi kimia dimana beraksi saat ditetesi larutan HCl. Adapun tata guna lahan daerah tersebut ialah sebagai area pemukiman dan sebagai lahan persawahan.

3. Lintasan III

Lintasan ini dimulai dari Dacipong menuju Bulu Salebbi kemudian menyusuri Sungai Dengenge dan Sungai Lagola, Bulu Botosowa dan kembali ke Dacipong ( kampus lapangan).

Perjalanan dari Dacipong menuju Bulu Salebbi, dijumpai perbukitan yang tinggi di sebelah kanan sedangkan pada bagian kiri sebaliknya yakni Bulu Botosowa dan Bulu Salebbi. Pada jalur ini dijumpai berbagai macam litologi seperti batugamping fosilan karena terdapat fosil didalam pembentukannya. Kemudian ditemukannya Semicoal atau Batubara muda dengan tingkat pelapukan yang tinggi, vegetasi tinggi serta keaaan soil yang cukup tebal. Selanjutnya terdapat litologi batuan beku asam trachyt yang berasal dari proses kristalisasi magma yang kemudian mengalami intrusi. Dijumpai 2 perbukitan dengan litologi yang berbeda yakni bukit dengan litologi batuan beku dan gamping serta relief pedataran antara bukit tersebut. Kemudian di sepanjang Sungai Dengenge dan Lagola terdapat litologi yang berbeda-beda yakni batuan beku, sedimen, metamorf dengan karateristik berbeda, misalnya sekis muscovit dah phylite. Dimana sekis Muscovite terbentuk dar proses metamorfisme regional dimana faktor suhu dan tekanan memiliki peranan dalam pembentukannya, sedangkan phylite merupakan ubahan dari mineral-mineral lempung.

Tingkat pelapukan pada Sungai Dengenge dan Lagola tergolong tinggi dan termasuk dalam stadia dewasa. Pada Sungai Lagola dijumpai singkapan batuan sedimen konglomerat dmana perlapisannya terdiri dari material halus hingga kasar.

Selanjutnya Bulu Botosowa merupakan bukit yang memiliki bermacam-macambatuan seperti batuanpasir dan trachyt dengan tinggi yang sedang, tingkat pelapukan tinggi serta vegetasi yang tinggi.



BAB III

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian morfologi pada daerah Dacipong Kabupaten Barru Sulawesi Selatan ialah bahwa pada daerah ini terdapat berbagai macam relief, baik dalam bentuk pegunungan, bukit, maupun sungainya. Serta berbagai macam litologi di dalamnya seperti batuan beku, sedimen dan metamorf serta berbagai bentuk data geomorfologi seperti tata guna lahan, tingkat pelapukan, vegetasi, soil, dan sebagainya.



Kata Pengantar

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan laoran ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan laporan ini.

Laporan ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Morfologi daerah Dacipong dan sekitarnya, dimana daerah ini merupakan daerah penelitian study geomorfologi.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Makassar, 26 November 2009

Penyusun

No comments: