Thursday, November 26, 2009

Pengenalan Alat

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari praktikum mikropaleontologi acara pengenalan mikroskop, yaitu:
1. Dapat mengetahui dan memahami bagian – bagian dari mikroskop.
2. Agar praktikan dapat lebih mengenal alat yang digunakan sebelum mengidentifikasi atau mengamati fosil dalam mikro (kecil).
Adapun tujuan dari praktikum mikropaleontologi acara pengenalan mikroskop, yaitu:
1. Mengetahui bagian – bagian mikroskop beserta kegunaanya
2. Mengetahui sifat-sifat banyangan pada mikroskop
3. Mengetahui perbedaan mikroskop polarisasi dengan mikroskop binokuler


TEORI RINGKAS
Mikroskop merupakan sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah dilihat dengan mata. Mikroskop merupakan alat bantu utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian, karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur benda-benda yang kecil (mikro). Ada 2 macam mikroskop, yaitu mikroskop Binokuler dan mikroskop Polarisasi.
Kedua mikroskop ini mempunyai beberapa perbedaan, antara lain :
a. Mikroskop binokuler mempunyai dua lensa okuler sedangkan mikroskop polarisasi hanya mempunyaI satu lensa okuler.
b. Mikroskop binokuler digunakan untuk mengamati preparat fosil sedangkan mikroskop polarisasi digunakan untuk mengamati sayatan tipis pada batuan dan mineral.
c. Mikroskop binokuler memerlukan cahaya dari luar untuk pengamatan fosil yang bukan dalam bentuk sayatan tipis, walaupun sudah ada sumber cahaya dari mikroskop tersebut sedangkan mikroskop polarisasi tidak memerlukan cahaya dari luar.
Dalam praktikum ini mikroskop yang digunakan yaitu mikroskop binokuler. Secara garis besar , mikroskop ini mempunyai tiga bagian utama ;
1. Tubus Atas
2. Tubus Tengah
3. Tubus Bawah














Tubus Atas merupakan bagian mikroskop yang terdapat pada bagian tengah yang terdiri dari : lubang pengamatan lensa okuler, dioptering, pengatur jarak, dan sekrup pengunci tubus.
Tubus bagian tengah merupakan bagian mikroskop yang terdapat pada bagian tengah yang terdiri dari: lengan mikroskop, revolver, lensa objektif, skala aktif, skala ordinat, nonius skala absis, nonius skala ordinat, pengarah skala absis, pengarah skala ordinat, penyangga meja objek, diafragma, bukaan diafragma, pengarah kasar, pengarah halus, sekrup penjepit, lensa betrand, meja objek, penjepit preparat, lubang meja.
Sedangkan tubus bagian bawah merupakan bagian dari mikroskop yang terdapat pada bagian bawah yang terdiri atas : iluminator, selubung iluminator, lensa iluminator, brightness control dial, kaki mikroskop, kabel mikroskop, stacker.



























KETERANGAN GAMBAR
a. Tubus Atas
b. Tubus Tengah
c. Tubus Bawah

1. Lensa okuler 19. Nonius skala absis 2. Dioptering 20. Nonius skala ordinat 3. Lubang pengamatan 21. Penjepit preparat 4. Pengatur jarak lensa okuler 22. Sekrup penjepit preparat 5. Sekrup pngunci tubus 23. Penyangga meja objek 6. Lengan mikroskop 24. Pengarah absis 7. Revolver 25. Pengarah ordinat 8. Lensa objektif 26. Pengarah kasar 9. Lensa objektif perbesaran 4 kali 27. Pengarah halus
. 10. Lensa objektif perbesaran 10 kali 28. Bukaan diafragma 11. Lensa objektif perbesaran 40 kali 29. Brightness controll diall 12. Lensa objektif perbesaran 100 kali 30. Iluminator 13. Meja objek 31. Selubung iluminator 14. Lubang meja objek 32. Kabel mikroskop 15. Lensa Betrand 33. Stecker 16. Lensa Betrand 34. Kaki mikroskop 17. Skala absis 35. Skala pengatur jarak
18. Skala ordinat lensa okuler







Tubus Atas
Tubus atas dari mikroskop binokuler itu terdiri dari :
1. Lubang pengamatan adalah tempat mata pada saat mengamati preparat melalui lensa okuler.
2. Lensa okuler, berfungsi sebagai tempat untuk mengamati atau untuk melihat preparat fosil yang diletakkan di atas meja objek, terdiri dari 2 buah lensa okuler.
3. Dioptering merupakan bagian dari lensa okuler yang berbentuk cincin, berfungsi untuk mengatur atau memutar kedudukan lensa okuler.
4. Pengatur jarak lensa okuler, berfungsi untuk mengatur jarak lensa yang disesuaikan dengan mata orang yang melakukan pengamatan.
5. Sekrup pengunci tubus, berfungsi untuk mengunci kedudukan tubus sehingga tidak bergerak selama melakukan pengamatan.
6. Lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangan pada saat mengambil atau memindahkan mikoskop.
7. Revolver yaitu bagian dari mikroskop yang berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa objektif dan juga untuk memutar lensa objektif sesuai dengan perbesaran yang akan digunakan.
8. Lensa objektif berfungsi sebagai alat untuk memperbesar objek yang diamati, lensa objektif ini terdiri dari 4 buah lensa dengan perbesaran yang berbeda



Tubus Tengah
Tubus tengah dari mikroskop binokuler terdiri dari:
1. Lubang meja objek, berfungsi sebagai tempat lewatnya cahaya yang berasal dari iluminator.
2. Lensa betrand atau lensa meja objek yang berfungsi untuk memusatkan cahaya yang melawati lubang meja objek
3. Penjepit preparat (specimen clip) berfungsi untuk menjepit preparat selama pengamatan sehingga kedudukannya tetap dan tidak bergeser.
4. Sekrup penjepit preparat, berfungsi sebagai alat untuk menguncipenjepit preparat.
5. Skala absis menunjukkan posisi atau kedudukan preparat yang diamati atau menunjukkan nilai pada sumbu X.
6. Skala ordinat berfungsi sebagai penentu posisi atau kedudukan preparat pada sumbu Y.
7. Nonius skala absis yaitu nilai atau ukuran terkecil pada skala absis yang berfungsi untuk menentukan ketepatan dari nilai yang ditunjukkan oleh sumbu X.
8. Nonius skala ordinat, berfungsi untuk menentukan ketepatan nilai pada sumbu y.
9. Pengarah skala absis berfungsi untuk menggerakkan preparat dengan arah kiri kanan sesuai dengan absis atau sumbu X.
10. Pengarah skala ordinat berfungsi untuk menggerakkan preparat dengan arah depan belakang sesuai dengan ordinat atau sumbu Y.
11. Penyangga meja objek berfungsi untuk menyangga meja objek.
12. Diafragma berfungsi untuk mengarahkan dan memusatkan cahaya.
13. Bukaan diafragma berfungsi untuk mengarahkan dan membuka diafragma agara tidak terganggu pada saat melakukan pengamatan.
14. Pengarah kasar berfungsi untuk menggerakkan meja objek guna mengatur jarak antara preparat dengan lensa objektif untuk memfokuskan bayangan agar tampak jelas.
15. Pengarah halus berfungsi untuk mengatur agar diperoleh tampilan bayangan objek yang lebih jelas.





Tubus Bawah
Tubus bawah mikroskop binokuler terdiri dari:
1. Iluminator berfungsi sebagai tempat asal cahaya.
2. Selubung iluminator berfungsi sebagai alat pelindung ilumintor.
3. Brightness controll dial berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan arus atau sumber cahaya.
4. Kabel mikroskop berfungsi sebagai penghubung antara mikroskop dengan sumber arus listrik.























KESIMPULAN
Pada umumnya mikroskop binokuler terdiri atas tiga bagian yaitu tubus bagian atas, tengah dan bawah. Mikroskop ini memiliki 4 perbesaran yang berbeda-beda yakni 4X, 10, 40, dan 100X selain itu memerlukan cahaya dari dalam agar dapat meneliti objek penelitiannya dengan baik. Selain itu mikroskop ini juga dapat menggunakan arus listrik sebagai pemberi arus pada cahayanya.
Dalam ilmu mikropaleontologi mikroskop yang digunakan untuk mengamati objek pengamatannya ialah dengan menggunakan mikroskop binokuler. Hal ini dikarenakan objek pengamatan yang digunakan dalam mikropaleontologi memiliki ukuran mikro atau sangat kecil, selain itu juga tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa karena pada mikroskop ini lensa pembesarannya masih sangat kurang, sedangkan pada mikroskop binokuler memiliki pembesaran yang lebih.

2 comments:

Majesty angelina said...

Hahaha....
Aponk, sdh ko kumpul kah ini laporanmu????

alfon said...

YOA........
HAHHAHAHHAHAHAHHAHAHA.....
MANTAP..!!!